Kejaksaan Negeri Melaksanakan Pengeluaran Tahanan Berdasarkan Penghentian Perkara Melalui Keadilan Restoratif
Pada hari Jumat, 07 November 2025, pukul 14.00 WITA hingga selesai, Kejaksaan Negeri melaksanakan kegiatan pengeluaran tahanan berdasarkan Surat Ketetapan Penghentian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap tersangka MARVIL LUDONG.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Bapak Tiar Yustianno, S.H., M.H., didampingi oleh Jaksa Fasilitator, Ibu Gratia Andria Sirvi Pondaag, S.H.. Pengeluaran tahanan dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas diterbitkannya Surat Ketetapan Penghentian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap perkara yang berasal dari Polsek Amurang.
Adapun tersangka MARVIL LUDONG sebelumnya disangka melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Setelah melalui proses penelaahan dan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku, perkara tersebut dinyatakan memenuhi syarat untuk diselesaikan melalui mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice).
Pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif merupakan wujud komitmen Kejaksaan Republik Indonesia dalam mengedepankan penyelesaian perkara yang tidak hanya berorientasi pada aspek penghukuman, tetapi juga mengutamakan pemulihan keadaan, perdamaian antara korban dan pelaku, serta pemulihan hubungan sosial di tengah masyarakat. Mekanisme ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
Dengan dilaksanakannya pengeluaran tahanan ini, proses penyelesaian perkara terhadap tersangka MARVIL LUDONG secara resmi telah dihentikan berdasarkan mekanisme Keadilan Restoratif, sebagai bentuk implementasi penegakan hukum yang lebih humanis, berkeadilan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.